Stagnasi. Bisa jadi setiap kita pernah mengalami. Ada kebosanan. Ada Kejenuhan. Ada Ketidakinginan melakukan. Sesuatu yang sebenarnya biasa dilakukan
mendadak tidak sukai. Malas bisa jadi
sebabnya, kelamaan menunggu hasil diingini bisa jadi alasannya, monoton tanpa
ada variasi juga mungkin jadi penyebab.
Sebagian menyimpulkan realitas
itu adalah wujud penyakit hati, hati yang sakit konon menampakkan gejala
ketidakproduktifan, cenderung melalai, ogah menekuni dan melebihi yang dikerja,
puas apa adanya, hasilnya bisa diduga tentu --- kalah,
pasrah,kecewa,marah,menyalahkan, dan ragam istilah negatif yang semakin
mengekalkan kesedihan.
Setelah sekian lama tidak
menulis, setelah sekian lama berkoar akan kembali menulis, setelah sekian waktu
memulai menulis dari minus, memulai menahan kantuk lagi, memeras otak lagi,
mengasah analisa lagi, memilih kata-kata yang enak dan renyah lagi,
mengumpul-mengolah-menyimpul informasi lagi, dan sekian banyak pekerjaan yang
selalu buru-buru meminta untuk BERHENTI. Mengisi malam ketika 2 bidadari di
rumah ini terlelap dibuai mimpi.
Atikel, Novel, Cerpen, Puisi,
leaflet, folder, proposal, laporan, karya tulis, naskah radio, ah segala bentuk
karya itu ingin sekali dikerja, namun selalu terkendala tapi dan mungkin
gak. Sejak menulis judul, merangkai kata
teralihkan dengan bisikan bahan kurang-kurang bahan, yang mengharuskan saya
membaca-membaca-membaca lagi tanpa tujuan, semata menuntuskan kesenangan mata.
Ah, sampai kapan, saya bisa
menelorkan karya ? Lama-lama bahan bakar
semangat mulai menipis. Sebagian
besarnya telah habis untuk sesuatu yang TIDAK SELESAI. Kenapa kok, saya menjadi orang kesekian yang
harus menderita GAGAL TULIS.
Cooling Down, menurunkan tempo, mengalah
untuk menang, ah ribet amat. Istirahat sebentar, rancang, focuskan,nilai dan
eksekusi..Door..doorrr....dorrrrr....Menurut saya, inilah yang wajib saya
komitmeni, tentu niat dan do’a adalah ruh dari segala aktivitas baik itu.
Waktu masih ada, keinginan masih
menyala, fasilitas tersedia, wahai diri tunggu apalagi AYO BERKARYA. STAGNASI mending kamu Kelaut Aja, Saya Ilfil
Liat Muka Buteg Kamu...
#seharisatupostingan
0 komentar:
Posting Komentar