Senin, 20 Oktober 2014

Stagnasi.  Bisa jadi setiap kita pernah mengalami.  Ada kebosanan.  Ada Kejenuhan.  Ada Ketidakinginan melakukan.  Sesuatu yang sebenarnya biasa dilakukan mendadak tidak sukai.  Malas bisa jadi sebabnya, kelamaan menunggu hasil diingini bisa jadi alasannya, monoton tanpa ada variasi juga mungkin jadi penyebab.

Sebagian menyimpulkan realitas itu adalah wujud penyakit hati, hati yang sakit konon menampakkan gejala ketidakproduktifan, cenderung melalai, ogah menekuni dan melebihi yang dikerja, puas apa adanya, hasilnya bisa diduga tentu --- kalah, pasrah,kecewa,marah,menyalahkan, dan ragam istilah negatif yang semakin mengekalkan kesedihan.

Setelah sekian lama tidak menulis, setelah sekian lama berkoar akan kembali menulis, setelah sekian waktu memulai menulis dari minus, memulai menahan kantuk lagi, memeras otak lagi, mengasah analisa lagi, memilih kata-kata yang enak dan renyah lagi, mengumpul-mengolah-menyimpul informasi lagi, dan sekian banyak pekerjaan yang selalu buru-buru meminta untuk BERHENTI. Mengisi malam ketika 2 bidadari di rumah ini terlelap dibuai mimpi.

Atikel, Novel, Cerpen, Puisi, leaflet, folder, proposal, laporan, karya tulis, naskah radio, ah segala bentuk karya itu ingin sekali dikerja, namun selalu terkendala tapi dan mungkin gak.  Sejak menulis judul, merangkai kata teralihkan dengan bisikan bahan kurang-kurang bahan, yang mengharuskan saya membaca-membaca-membaca lagi tanpa tujuan, semata menuntuskan kesenangan mata.
Ah, sampai kapan, saya bisa menelorkan karya ?  Lama-lama bahan bakar semangat mulai menipis.  Sebagian besarnya telah habis untuk sesuatu yang TIDAK SELESAI.  Kenapa kok, saya menjadi orang kesekian yang harus menderita GAGAL TULIS. 

Cooling Down, menurunkan tempo, mengalah untuk menang, ah ribet amat. Istirahat sebentar, rancang, focuskan,nilai dan eksekusi..Door..doorrr....dorrrrr....Menurut saya, inilah yang wajib saya komitmeni, tentu niat dan do’a adalah ruh dari segala aktivitas baik itu.


Waktu masih ada, keinginan masih menyala, fasilitas tersedia, wahai diri tunggu apalagi AYO BERKARYA.  STAGNASI mending kamu Kelaut Aja, Saya Ilfil Liat Muka Buteg Kamu...

#seharisatupostingan

0 komentar:

Posting Komentar