Terik bercampur mendung, angin
sepoi-sepoi, pematang yang becek, dan padi-padi muda yang mulai tumbuh. Menggerakkan kaki menuju ke tengah
sawah. Mendatangi saluran air yang meliuk
sejak lama, airnya meluber ke mana-mana.
Membasahi bot hitam saya.
Jeprat-jepret. Saya mengabadikan
saluran yang bermuara ke sebuah sungai itu, sungai dengan kiri kanannya
ditumbuhi daun nipah. Saya menonaktifkan
blitz kamera poket saya. Berusaha
mengambil tampilan objek yang menggambarkan informasi yang saya perlukan.
Photografi otodidak di sawah akhirnya menghilangkan kesuntukan saya siang itu.
Sepintas dari jauh, saya melihat
seorang lakilaki mengenakan kaos orange lengan panjang sedang sibuk memainkan
tajak. Mata saya tak lepas dari sosok
itu. Pikiran saya menduga-duga. Berdasarkan apa yang saya dapat dari
penglihatan saya. Saya menyimpulkan
bahwa petani itu adalah orang yang saya kenal.
Orang yang sering saya temui di sawah itu. Rupanya saya keliru.
Tinggi badan, besar fisik,
sepintas mirip. Tau-taunya memang beliau
adalah adik kandung petani yang saya maksud.
Mengetahui kedatangan saya, beliau menghentikan aktivitasnya, dan
menanyakan apa yang sedang saya lakukan.
Saya pun menjelaskan, bahwa saya sedang menelusuri saluran air yang
rencananya akan dimasukkan dalam program pembangunan saluran tersier yang
dibiayai pemerintah. Mendengar rencana
tersebut, beliau sangat setuju. Beliau
mengajak saya ke tempat teduh. Saya
mengikuti langkah beliau menuju tebing yang ditumbuhi pohon rambutan. Beliau mengeluhkan tentang keong Mas yang
mengganggu padi-padinya. “Padahal sudah di semprot Pak, pakai obat keong Mas,
tapi kenapa seperti obatnya tidak bereaksi,” ucap beliau mengisahkan. Sebagai petugas lapangan sayapun menyampaikan
bahwa penggunaan pestisida dalam mengendalikan atau membasmi organisme
pengganggu tanaman seperti keong Mas adalah langkah terakhir. Dalam mengendalikan keong Mas, misalnya
menggunakan Snail Down, air di petak sawah harus macak-macam, pintu-pintu
maasuk dan keluarnya air harus ditutup, kemudian air disemprot sesuai dengan
dosis yang dianjurkan pada kemasan.
Beliau mengiyakan apa yang saya
sampaikan. Karena pada saat
mengaplikasikan pestisida, beliau tidak menutup pintu keluar-masuk air,
sehingga pestisida yang diaplikasikan tersebut hanyut terbawa air.
@wahyuddinn
0 komentar:
Posting Komentar