Sabtu, 29 November 2014



Hei, lihat sesosok girang nangkring di wajah tampanmu
Ah, kini kau peduli
Padahal dulu beringas kecilnya kau diam, kau manja penuhi segala
Kau bilang biarlah
Biarkan waktu membimbingnya tumbuh
Dan kini dia dewasa
Tapi waktu mendidiknya angkuh melupa patuh
Lalu kau hadiahi maki berhias hardik
Anak Kampang, Haram jadah, mulutmu menembakkan ratusan serapah
Menyata mengata merata murka
Hei, panik enyahlah segera dari ini gue punya muka!

Kali kesekian mulutmu letih
Cenat cenut dari kemaren
Tak kuasa memikul lirih
Yang tambun berisi perih

Ah tidak, Ah jangan, Jangan lebih 3000 triliun ya
Awas, bahaya, waspada, daging kita tinggal sisa
Apa jawaban kita bila rakyat meminta
Tentang janji yang kita kibulkan sekian lama
Apa jawaban kita bila rakyat bertanya
Tentang nyawa-nyawa yang kita tumbal sengaja
Tentang angka-angka yang berjasad dusta
Salah-salah poranda kita punya kuasa

Duhai, haruskah jutaan jasad kembali tumbang
Mengerang sakit di tiang hutang
Agar pemodal berjingkrak jingkrang girang
Menyedih negeri ini dalam kangkang kapitalisme.



















0 komentar:

Posting Komentar