Pernahkah kawan-kawan merasakan tidak nyaman ? pernahkah kawan-kawan merasakan tidak puas ? Pernahkah kawan-kawan merasakan kesal, marah, bahkan cenderung memilih sikap menyalahkan ?……saya tidak berharap kawan-kawan menjawab dengan ucapan, cukup kawan-kawan teriakkan dalam hati saja. Ya atau Tidak…jujur aja dehhh…Kalau saya, saya juga mengalaminya bahkan dalam kadar sering…..
Orang yang sudah puluhan tahun kerjanya bertani mestinya menjadi petani maju donk, orang yang tiap hari main bola mestinya jago main bola donk, orang yang sudah ribuan kali mancing mestinya jago mancing, bahkan orang sudah tahunan, bahkan puluhan tahun dakwah mestinya dakwahnya makin oke donk. Tapi..Tapiii dan Tapiii bila mereka tak ubahnya seperti orang yang baru pertama kali menggeluti profesi itu, yang bertani sekedar macul tanah, sekedar tanem padi, sekedar mupuk dan sekedar semprot hasilnya akan selalu "SEKEDAR", sama halnya bila
seorang pemancing asal ngait umpan ke pancing, asal lempar kail, asal ngangkat pancing maka yang didapatnya pun akan selalu "ASAL", bila seorang pendakwah aktivitasnya hanya halaqah, cuma ngontak, cuma infak, cuma hadir di majelis maka lagi-lagi yang di dapat hanya "CUMA"..
Lalu apakah salah bila kita selama ini hanya beroleh "SEKEDAR, ASAL DAN CUMA"…tentu hal itu tidak salah hanya saja kita tidak beruntung. Karena sekian umur yang kita miliki kita gunakan untuk mendapatkan SEKEDAR, ASAL DAN CUMA yang didoyani oleh kebanyakan, padahal kita bisa mendapatkan sesuatu yang bernama "LEBIH", tentu LEBIH yang bermakna positif, seperti : LEBIH MAJU, LEBIH BAIK, LEBIH HEBAT, LEBIH AHLI, LEBIH PANDAI, LEBIH RAJIN, LEBIH SABAR, LEBIH IKHLAS, LEBIH dan LEBIH yang terus bertumbuh.
Manusia dinilai dari pola pikir dan pola sikapnya, dikatakan manusia yang islami ketika pola pikir dan pola sikapnya islami. Nah supaya pola pikir dan pola sikap islami tentu seorang manusia harus memahami apa itu berfikir dan mau melakukan aktivitas berfikir. Pemikiran akan membentuk pemahaman, dan pemahaman akan menentukan perbuatan seseorang. Pemikiran yang mampu menjawab dari mana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan kemana dia akan menujulah yang mampu menuntun manusia pada tingkatan berfikir taraf wahid. Maka untuk menilai manusia yang paling mudah dilihat adalah apa yang dilakukannya. Sebagai seorang muslim dan sebagai manusia tentu sangat rasional, ilmiah, syar'i dan argumentatif bila manusia menyadari bahwa standar perbuatannya bukan dia yang menentukan, tapi Tuhannya lah yang menentukannya, yakni Allah SWT…dan Allah SWT telah mencukupkan Hukum Syara' sebagai standar untuk menilai baik-buruk perbuatan manusia.
Baik menurut hukum Syara' insya Allah membawa kemaslahatan dan pahala, tapi baik menurut manusia belum tentu ! Disadari atau tidak, sebenarnya perbuatan/sikap manusia kadang bisa berubah-ubah, kadang baik, kadang enggak, namun selama perubahan itu masih dalam kacamata syara' dianggap wajar tentu bukan jadi soal, namun bila perubahan itu justru sudah keluar dari konteks hukum syara' nah ini yang mesti membuat kita gusar…berhati-hatilah karena bila kita mendiamkannya kita akan terus menyusuri jalan menuju seburuk-buruk tempat kembali (NERAKA).
Bila pemahaman menentukan perbuatan, maka harus ada upaya serius bin sungguh-sungguh untuk memperoleh pemahaman yang benar dengan jalan yang benar pula tentunya, dan ketika pemahaman telah diraih maka mesti diperlakukan dengan SOP yang benar. Saya memisalkan pemahaman ibarat benih, ketika dia dirawat tentu dia akan bertumbuh. Benih yang baik bila ditanam dan dirawat dengan baik akan menghasilkan akar yang sehat, batang yang kokoh, daun yang indah dan buah yang manis. Bila benih itu jelek lalu asal di tanam dan dirawat sekedar maka hasilnya tentu asal dan sekedar, bahkan bisa jadi lebih parah. Akarnya penyakitan, batangnya keropos, daunnya rusak dan buahnya pahit.
Bisa jadi sebagian anda belum bisa menangkap maksut tulisan ini. Sederhannya saya hanya ingin mengkritik diri saya pribadi, saya ingin menghajar diri saya dengan bogeman-bogeman pemikiran hingga mampu menjadi hujjah bahwa PEMAHAMAN YANG BERTUMBUH AKAN MENGHASILKAN LEBIH YANG BERTUMBUH….dari LEBIH YANG BERTUMBUH INILAH kita dibedakan dan didudukkan pada kursi pasnya masing-masing….Jawaban Lebih yang bertumbuh hanya terdapat pada ngaji dan dakwah yang sehat…agar ngaji dan dakwah sehat sayanya juga harus selalu menyehatkan keadaan diri saya dong…keadaan fisik, keadaan pikiran, keadaan hati….heemmm….
Jangan nistakan diri kita membuang-buang umur agar sudi dicinta setan….!!!

0 komentar:
Posting Komentar