Selasa, 21 Januari 2014








Ada ragam mobil mengantri terhenti
Dikagetkan ribuan motor dikawal mobil patroli
Ada laki-laki berorasi yang dikerumuni emosi
Laki-laki yang terus menyalakan api demonstrasi
Agar ribuan buruh bersemangat memenang aspirasi
Agar gaji sudi menanjak lebih tinggi seperti yang dijanji

Tapi ketukan tiga kali palu
 Memecahkan indah yang lama ditunggu
 Hingga serpihnya menusuk tepat di ulu
 Dan sakitlah yang menghimpun manusia beribu


Kaki-kaki berlari penuhi panggilan
Raungan motor membawa gulana
Menuju pusat massa untuk melengkingkan suara
Mengepalkan tangan satukan tuntutan
Buruh Bersatu Tak Bisa dikalahkan
Hidup Buruh..Hidup Buruh...

Pabrik-pabrik dilanda sepi
Pengusaha tol merugi
Sopir-sopir meluap penjengkel hati
Namun bebal, tak henti para buruh bersinergi menyatu opini
Mengundang simpati petinggi
Mengundang peduli pribumi
Mengundang berani nurani
Melawan hegemoni bos-bos peduli produksi  tapi melalai hak asasi (kapitalisme demokrasi)

Dan kukira saatnya pena-pena menanamkan energi
Bahwa demokrasi bukan solusi mujarab ketidakadilan ini
Bahwa syari’ah lah obat sakti dan pilihan paling mumpuni
Coretan Puisi

0 komentar:

Posting Komentar